AMAKELE

AMAKELE
Lando Punk

Selasa, 07 Mei 2013

SEJARAH NEGERIKU RUMAHKAY (AMAKELE LORIMALA HITU)





PROFIL  NEGERI  RUMAHKAY



NAMA NEGERI        :  RUMAHKAY
TEON NEGERI         :  AMAKELE LORIMALAHITU
KECAMATAN           :  KAIRATU
KABUPATEN            :  SERAM BAGIAN BARAT
PROPINSI                :  MALUKU

LETAK GEOGRAFIS 
Sebelah Timur Berbatasan dengan                 :  Negeri Latu
Sebelah Barat Berbatasan dengan                  :  Negeri Tihulale
Sebelah Utara Berbatasan dengan                  :  Negeri Hunitetu
Sebelah Selatan Berbatasana dengan              :  Selat Seram
Di utara utara negeri Rumahkay terdapat dua buah gunung yang berdiri tegak yaitu :
      1.      Sahir.
      2.      Totaniwel
Serta mempunyai satu pelabuhan yaitu :
      1.      Pelabuhan Nanumoni
       

AWAL MULA NEGERI RUMAHKAY
Pantai Rumahkay (pelabuhan Nanumoni) tampak di belakang gunung sahir (kiri) dan gunung totaniwel (kanan tampak sebagian)


NUNUSAKU adalah awal mulanya peradaban di MALUKU, dimana pada tempat ini hidup suku bangsapertama (ALIFURU) yang kemudian menyebar dan mendiami seluruh daerah kepulauan MALUKU dari HALMAHERA sampai TENGGARA JAUH oleh dua anak suku besar yaitu  sukuWEMALE dan ALUNE dengan sistim kekerabatan berupa PATA SIWA dan PATA LIMA serta adat PELA GANDONG. 

 Begitu juga halnya dengan Moyang orang RUMAHKAY yang keluar dari NUNUSAKU setelah terjadi perang saudara di tempat awal tersebut. Pada saat melakukan migrasi guna menemukan tempat tinggal baru Datuk dan Moyang Orang Rumahkay melewati daerah yang suda di tempati seperti  HUKU ANAKOTA, HUKU KECIL dan Watui, Pada saat sampai di daerah tersebut Moyang Corputty langsung melanjutkan perjalanan untuk selanjutnya sampai di negeri AMANHATU barulah beberapa waktu selanjutnya para Leluhur yang lain bermigrasi satu demi satu dari daerah-daerah yang di singgahi tersebut ke negeri AMANHATU Menurut kata bahasa daerah “Aman” yang artinya Negeri “Hatua” yang artinya banyak batu. Jadi Amanhatua artinya Negeri yang dikelilingi oleh batu-batu.  yang pertama kali didiami oleh orang Sepa yaitu Upu Solelatumatua yang artinya : Raja Tombak Mayang.  Kemudian Datuk Kelesolematai Latu Matuan Corputty dan adiknya Datuk Latu Tapisamal Corputty  merebut daerah tersebut dari Upu Solelatumatua, Selanjutnya Kedua orang saudara tersebut (Corputty)  menganti nama mereka masing - masing Kelesolematai Latu Matuan Corputty menjadi Kelesolematai Latu Matuan Corputty Anakota dan Latu Tapisamal Corputty menjadi Latu Tapisamal Corputty Maruty.


Salah satu sudut jalan di Rumahkay
lambat laun para moyang yang lain yang pada saat turun dari nunusaku dan tinggal beberapa saat dari daerah-daerah pegunungan yang telah ditempati orang seperti; Huku kecil, Huku Anakota dan Watui, pun melakukan migrasi mengikuti moyang Corputty ke AMANHATU moyang-moyang tersebut antara lain ; Kakerissa, Risamahu, dan halapiry,
kemudian datang pula Datuk Atapary dan Wairata yang turun dari Huku Kecil. Lkarena semakin bertambahnya penduduk negeri AMANHATU  ke dua moyang  (COrputty) mulai mengatur sistim pemerintahan awal seperti berikut ; Kelesolematai Latu Matuan Corputty Anakota (Corputty Anakota) tinggal dalam Negeri yang dikelilingi oleh batu dan menjabat sebagai Raja, Sedangkan Latu Tapisamal Corputty Maruty (Corputty Maruti) tinggal di luar mengelilingi negeri dan menjaga seorangpun tidak boleh masuk kedalam negeri (Penjaga Negeri/Tuan Tanah) dan semua orang yang dating harus  diketahui dan di periksa terlebih dahulu oleh Corputty Maruti baru selanjutnya  diserahkan kepada Corputty Anakota dalam Negeri.
Aturan-aturan yang diatur oleh Corputty Maruti disahkan oleh Corputty Anakota, yaitu:-
1.       1.   Halapiry musti jaga di sebelah timur yaitu bagian Waisia. 
2        2.   Kakerissa musti jaga di sebelah barat yaitu bagian Waihetu. 
3.      3.      Risamahu musti jaga di sebelah Lahena sampai bersifat dengan   Kamariang.
        Satu waktu Kakerissa dan Risamahu ini cari tau keadaan musuh lalu kedua moyang ini ketemu dengan satu orang tua dari Kamariang, dan ditanya bernama Akisura. Kedua orang ini katakan satu sama yang lain, bahwa sekarang katong masih kurang orang buat berperang, lebih baik katong ganti namanya menjadi Akerina artinya Buat cari tau keadaan musuh dan sekarang katong bawa dia di Amanhatua dan diurus oleh Corputty Maruti dan Corputty Anakota.

TERBENTUKNYA SISTIM PEMERINTAHAN NEGERI RUMAHKAY
Badan pemerintah Negeri RUMAHKAY dan bpk pendeta saat pelantikan Tuan Tanah RUMAHKAY
Dari kiri : bpk Manus Tuasuun, bpk Pdt, Resley, bpk Raja O. Corputty, Tuan Tanah Baru Bpk Agus Corputty, Kapitan Bpk Ako Kakerisa, Bung oce wairata, Bpk Nuri Corputty. Belakang Bp Raja Bpak Nado Corputty dan Ketua Pemuda Bung No Tuasuun
Setelah Datuk Akerina di terima dan diberi tempat tinggal oleh Raja maka ada terdapat tujuh soa di Negeri AMAKELE. Selanjutnya di bentuk sistem pemerintahan berdasarkan ke tujuh soa awal yang mendiami Negeri Lama dengan pembagian tugas dan jabatan dari masing – masing soa. Inilah yang di sebut pemerintahan adat Negeri AMAKELE LORIMALA HITU (RUMAHKAY) yaitu :
  1. Corputty (Anakota menjabat sebagai raja dan Maruty sebagai tuan tanah)
  2. Kakerissa (menjabat sebagai kapitan)
  3. Risamahu (kapitan)
  4. Halapiry (marinyo)
  5. Atapary (marinyo)
  6. Akerina (pendamping raja)
  7. Wairata
Pantai Mamori (Rumahkay)
Ketujuh Soa tersebut. memberi nama persekutuan mereka adalah: Amakele Lorimalahitu, yang artinya: “Tujuh Soa yang bergandengan tangan membuat satu lingkaran”. Selain ketujuh Soa Anak Kele. tak lama kemudian datang 2 Anak Uweng (pendatang), yaitu Akywen dari Key dan Tuasuun dari Banda. Kedua Anak Uweng tersebut diterima dan diberikan rumah serta dusun oleh ketujuh Soa anak kele. Sehingga masyarakat negeri Rumahkay mempunyai 9 Soa, yang terdiri dari 7 Soa anak kele dan 2 Soa anak uweng. Dinegeri Rumahkay terdapat 3 Baileo, yakni :
1. Asari.
2. Tairan.
3. Huay.
Baileo Rumahkay
Hari demi hari pun berganti demikian juga dengan kehidupan Para Leluhur Orang Rumahkay di Negeri Lama (Amanhatua) generasi demi generasi pun berganti bahkan ada yang sampai lari meninggalkan tanah pusakanya untuk selamanya (lihat hubungan gandong AmaLopu). Suatu ketika  seorang  Raja Rumahkay ,  Moyang Papua (keturunan dari Raja Kelesolematai Latu Matuan Corputty Anakota) telah tua, selanjutnya negeri diperintahkan oleh anak yang tua bernama Hakipu dan dia menjalankan adat benar-benar (taat akan aturan) yang sudah diturunkan oleh leluhurnya.
Pada saman dahulu tersebut kepala pemerintahan (Raja) disebut Hakim oleh karena itu Raja Hakipu disebut Hakim Hakipu Sewaktu orang kulit puti (Bangsa Eropa) datang ke Maluku untuk mencari rempah-rempah dan sampai ke daerah Pulau Seram (Rumahkay). Kapal dari bangsa kuli putih yang berlabuh di pantai itu tampak dari gunung oleh sebabitu Hakim Hakipu memerintahkan Tapisamal dan Jou Halapiri yang bernama Lespati turun ke pantai untuk menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi. Atas perintah itu Tapisamal dan Halapiri turun ke pantai untuk menyelidiki hal dimaksud. Tapi waktu lihat orang kulit putih,Tapisamal lalu melarikan diri ke gunung dan bersembunyi, di tempat persembunyian Ia berpikir dalam hati, apa maksudnya orang kulit putih mau datang kemari, Apa yang akan terjadi nanti. lalu Ia memerintahkan, Jou halapiry turun selidiki keberadaan orang kuluit puti itu serta maksud dan tujuan kedatangan mereka. Tapisamal di tempat persembunyian tinggal menanti-nanti kabar, tapi setelah lama menunggu brita, namun Halapiri tak juga datang untuk memberikan kabar berita. Hal ini membuat Tapisamal bersedih karena mengkawatirkan nasib dari Halapiri, Tapisamal kemudian kembali ke Negeri Lama untuk menyampaikan hal tersebut kepada Hakim Hakipu, oleh Raja/Hakim maka dikumpulkannyalah  orang kampung untuk turun mencari Halapiti Tapi kenyataanya  Halapiry telah ditangkap oleh orang kulit pitih tersebut. 

Pantai Waihetu (Rumahkay)
Setelah Moyang Halapiri dtangkap orang Kulit Putih dan diinterogasi, ternyata di ketahui bahwa masi ada rakyat yang lain beserta Raja yang tinggal di daerah pegunungan di dalam hutan, Moyang Halapiri kemudian di tugaskan oleh orang kulit putih untuk menyuru rakyat yang tinggal di daerah pegunugan (negeri lama) untuk turun dan membangun pemukiman baru di tepi pantai. tetapi Hakim Hakipu tidak mau turun. Lalu Ia perintahkan rakyatnya untuk mesti lari ke Thene, tetapi ada yang turut dan ada yang tidak mau turut. ia lari dengan separu rakyat yang terdiri dari semua anak perempuan muda-muda dan tinggal di Thene. Dan orang Portugis perintahkan Lespati supaya Lespati kumpul orang negeri dan Lespati menjadi pemerintah negeri. Sesudah Lespati kumpul separu negeri yang tidak mau turut Hakim Hakipu, lalu orang kulit putih menyuruh kepada Lespati supaya Lespati perintahkan orang negeri untuk turun dari negeri yang namanya Amanhatua, turun kerjakan negeri di pantai dan Lespati menjadi kepala pemerintah negeri atau Raja/Hakim yang baru.
Oleh sebab itu negeri bernama Rumahkay, yang menurut bahasa daerah yaitu,
 Rumah yang artinya “bangun”  dan
Kay yang artinya “besok”.
Jadi perintah orang kulit putih yaitu  : “Besok Turun Kerja Rumah
  sehingga diberi nama  “Rumahkay
Pantai Mange-mange (Rumahkay)
Sewaktu Hakim Hakipu lari dengan sebagian negeri dan anak-anak perempuan muda, mereka tinggal di Thene petuanan negeri Rumahkay. Tidak lama orang dari gunung yang disebut Alifuru turun berperang dengan Hakim Hakipu dengan rakyatnya di Thene. Waktu itu semua anak perempuan muda-muda dibunuh. Pada waktu itu orang negeri yang diperintahkan Hakim Hakipu menjadi marah, serta mengangkat sumpah dan menaruh tanda Cap merah bahwa turunan dari Hakim Hakipu tidak boleh perintah negeri sampai selama-lamanya.
Sesudah orang negeri turun dari negeri lama yakni Amanhatua dan kerjakan rumah di pantai lalu negeri diberi nama “Rumahkay”. Negeri ini diperintahkan oleh Lespati orang tua dari Halapiry yang tadinya sebagai Marinyo di negeri Amanhatua. Dia di angkat langsung oleh orang kulit putih sebagai Hakim negeri Rumahkay. Selama Lespati perintah negeri, ia mempunyai anak cuma satu (1) anak perempuan bernama Welhemina. Lama kelamaan Lespati ini makin tua dan bininya tidak beranak lagi, dan anak yang bernama Welhemina ini kawin dengan Paramata anak yang kedua dari Papua Corputty yang tadinya menjadi Raja adalah Hakim Hakipu. Maka orang negeri angkat lagi Paramata menjadi Raja menggantikan Lespati Moyang Halapiry, dengan berjanji bahwa turunana dari Corputty Paramata akan perintah di negeri selama-lamanya.
Selama Paramata Corputty perintahkan negeri, maka negeri menjadi aman dan turunan dari Paramata berturut-turut menjadi pemerintah negeri seperti di bawah ini.
Turunana Raja:
      1. Paramata peranakan Pasaniri
      2. Pasaniri peranakan Elisa
      3. Elisa peranakan   :    1. Salmon
                                           2. Lambert
                                           3. Lefinus
                                           4. Adrian
      4. Salmon peranakan Yacobus.
            Selama Yacobus perintah negeri Rumahkay, Ia ada bermasalah dalam suatu hal di tahun 1891 dan orang negeri minta dari pemerintah tinggi supaya Raja Yacobus dilepaskan. Sesudah Raja Yacobus dilepaskan orang negeri angkat seorang dari Halapiry yang bernama Corinus Halapiry untuk perintahkan negeri Rumahkay.

Air terjun Waihetu (Rumahkay)
            Dalam tahun 1898 ada perkelahian antara orang Latu dan orang Rumahkay tagal dusun Titihunai (Titihory) di Wailey. Dalam hal ini orang Latu minta bantuan dari orang Aboru. Dalam peristiwa tersebut (perbantahan) ini, orang Rumahkay membunuh orang Aboru sebanyak dua (2) orang. Dalam pembunuhan ini, maka Corinus Halapiry pemerintah negeri dihukum delapan (8) tahun dan dibuang ke Manado. Selama Corinus Halapiry mendapat hukuman dibuang ke Manado, maka orang negeri bermufakat untuk angkat lagi satu orang dari Corputty Anakota perintah negeri. Lalu orang negeri mengangkat lagi anak dari Yacobus Corputty yang bernama Wellem Corputty menjadi Raja untuk perintahkan negeri Rumahkay.
Air Terjun Waisia (Rumahkay)
      Wellem Corputty perintahkan negeri Rumahkay lamanya 34 tahun dan pada Tanggal 22 Desember 1935 Ia meninggal dunia. Negeri diwakili oleh Kepala Soa yang tua bernama Nicolas Akerina. Sesudah itu negeri angkat lagi Benoni Corputty cucu dari Lefinus Corputty anak nomor tiga (3) dari Moyang Elisa. Waktu Jepang jajah Indonesia, Benoni lari tinggalkan negeri selama empat tahun. Selama Raja Benoni tinggalkan negeri tanpa sepengetahuan negeri, maka negeri diwakili kembali oleh Kepala Soa Akerina, yakni (Nicolas Akerina) Sesudah itu negeri angkat lagi Agustinus Corputty cucu dari Moyang Lambert Corputty anak nomor dua (2) dari Moyang Elisa. Raja Agustinus Corputty perintah negeri Rumahkay mulai dari tahun 1948 hingga tahun 1962.  Karena sudah lanjut usia maka diturunkan dari pemerintahan dengan hormat. Selama negeri diperintahkan oleh Raja Agustinus Corputty,  ada tiga (3) buah bangunan yang diusahakan, yaitu ;
1. Rumah Sekolah Rakyat, dikerjakan pada Tanggal 3 Februari 1953 dan selesai pada Tanggal 28 April 1955.
2.   Sebuah gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP)
3.   Sebuah rumah Baileu bentuk permanent.
Pada bulan Mei tahun 1962 Beliau merencanakan pembangunan rumah Gereja yang baru, dengan bermula pada pengumpulan uang untuk pembangunan rumah Gereja dimaksud. Ketua Umumnya dijabat oleh Bapak Raja Agustinus itu sendiri. Setelah Raja Agustinus di turunkan dengan hormat maka Negeri diwakili oleh Wakil Pemerintah Negeri yakni Kepala Soa Panus Akerina. Kemudian negeri mengangkat Hengky Corputty sebagai Raja atas Rumahkay dan Beliau memerintah selama 12 tahun. Sesudah Raja Hengki Corputty, negeri mengangkat Ferdinand Tuasuun sebagai pejabat pemerintah, yang memerintah selama 1 tahun. Sesudah pemerintahan Raja Hengky Corputty, negeri mengangkat Zeth Corputty sebagai Raja dan Beliau memerintah selama 8 tahun. Kemudian negeri mengangkat Nikolas Corputty sebagai Raja Rumahkay setelah Raja  Zeth Corputty. Dan Beliau memerintah selama 8 tahun.

Air Terjun Tene 2 (Rumahkay)
            Setelah pemerintahan Raja Nikolas Corputty, negeri Rumahkay tidak diperintah oleh Raja tetapi oleh Pejabat Sementara yakni yang bernama Morits Akerina (jabatan sekretaris Negeri). Beliau menjabat selama 2 tahun. Setelah Pejabat Sementara Morits Akerina Memerintah, negeri Rumahkay mengangkat Christian Corputty sebagai Raja atas negeri Rumahkay.Beliau memerintah dari tahun 2000 sampai tahun 2009. Beliau meninggal pada tanggal 1 Juni 2009 dalam masa tugas.

            Kemudian Negeri mengangkat Oktovianus Corputty (Beliau adalah anak dari Raja Zeth Corputty) sebagai Raja dan dilantik pada tanggal 29 Desember 2009. Dalam masa tugasnya tercatat ada beberapa pristiwa yang terjadi di antaranya :
 Raja O Corputty bersama Istri
1. Terjadi ketegangan antara Negeri Rumahkay dan Negeri Latu (tahun 2011)
hal ini disebabkan karena masyarakat negeri Latu menanam cengkih yang suda masuk petuanan Rumahkay di dusun wailey. Sehingga pada saat orang negeri Rumahkay pergi ke daerah tersebut untuk menyita kayu yang di tebang oleh penduduk Latu yang mana kayu-kayu tersebut ada di daerah petuanan Rumahkay, dan pada saat melihat tanaman cengkih tersebut ada beberapa orang masyarakat Rumahkay yang terlecut emosinnya, dan langsung merusak beberapa pohon cengkih orang latu yang di tanam di daerah rumahkay tersebut. Hal ini dilakukan tanpa diketahui oleh Raja negeri Rumahkay. Hal ini pun dibalas oleh Masyarakat Latu dengan merusak Tanaman-tanaman orang Rumahkay dari dusun Umawa sampai wailey. Hal ini dilakukan selama beberapa kali, dan Tanaman-tanaman yang dirusak adalah Pala, Rambutan, Langsat dll. Kejadian ini membuat Rakyat Rumahkay yang Tanamannya dirusak menjadi emosi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka Saniri negeri pun dilakukan oleh Pemerintah negeri Rumahkay. Hasil keputusan saniri antara lain:
1Pemerintah Negeri Rumahkay berhasil menenagngkan Rakyat yang tadinya emosi.
2. Mengupayakan aparat keamanan untuk ada di daerah perbatasan (Wailey).
3. Memutuskan penyelesaian masalah tersebut dengan jalan diplomasi. 
Menindaklanjuti keputusan saniri tersebut, maka pemerintah mengupayakan aparat
keamanan (POLRI SEKTOR KAIRATU) untuk mengamankan daerah perbatasan. Kemudian
melakkukan diplomasi dengan Pihak Latu untuk menyelesaikan persoalan yang dimaksud. Maka beberapa hari kemudian dan dalam bulan puasa umat Islam Pemerintah Negeri Rumahkay bertemu dengan KAPOLRES SBB di kantor kerjanya. Hasil pertemuan, KAPOLRES siap menjadi Memediasi pertemuan Pemerintah kedua Negeri. Lambat laun keadaan tersebut dapat dinetralisir oleh kedua bela pihak dan keamanan pun berjalan lancer. Peristiwa ini mengingatkan kita akan peristiwa di tahun 1989. Menurut cerita orang tua-tua setelah peristiwa 1989 (Perang Latu-Rumahkay) maka ada perjanjian untuk perdamaian di antara kedua Negeri yaitu:
“Kalau suatu saat ada orang Rumahkay atau Latu yang mau menyusahkan satu sama lain maka akan terjadi bila itu di darat Babi akan makan dia (orang yang mau menyusakan) dan bila itu terjadi di Laut atau sungai maka buaya akan makan Dia”

Semoga di kemudian hari tidak ada lagi perselisihan-perselisihan di antara negeri-negeri tetangga ini guna meningkatkan kualitas hidup semua rakyat Maluku. "Karena Katong Samua Basudara"

2Perselisihan Rumahkay-Tihulale (Minggu 27 Februari 2012)

minggu tanggal 27 februari 2011, pkl. 14.30 wit, di Desa Rumahkay, kec kairatu, kab. Seram Bagian Barat, kejadian perkelahian antara kelompok pemuda desa, yang terjadi antara pemuda Negeri Rumahkay dan Tihulale kec. kairatu, kab. seram bagian barat, singkat kejadian telah terjadi antara kelompok pemuda di tkp, kronologis kejadian pada pkl. 14.30 wit sekelompok pemuda tihulale memasuki areal wisata air terjun Negeri Rumahkay kec. kairau kab. Seram Bagian Barat dlm keadaan mabuk dgn membawa Senjata Tajam dan senjata angin, melihat hal tersebut, oleh masyarakat Rumahkay di laporkan kepada Raja (O. Corputty

Serka J. Tuasuun juga terluka karena terkena senjata tajam saat menenangkan pemuda dari tihulale
selanjutnya Raja turun dan menemui para pemuda desa dgn maksud menegur para pemuda tsb akan tetapi terguran dari raja tdk diterima dgn baik oleh pemuda dari desa tihulale merasa tersinggung teguran dari raja para pemuda tsb melakukan pengrusakan thd lampu depan spm milik raja, mengetahuai spm milik raja dirusak pemuda desa rumahkay tdk terima dan melakukan perlawanan sehingga terjadi bentrok antar pemuda mengakibatkan beberapa orang luka luka dan telah mendapatkan perawatan medis rs kairatu, paska bentrok antara kedua Negeri yg bertikai terjadi konsentrasi masa dan saling berjaga didesa masing masing dgn membawa Senjata Tajam serta melakukan pemblokiran jalan Trans Seram dgn menggunakan batang pohon dan batu, atas pendekatan oleh pihak kepolisian resort seram bagian barat pemblokiran dapat di buka dan situasi dpt dikendalikan. bagi penulis hal semacam ini sangat di sayangkan bisa terjadi di antara 2 negeri tetangga, sebagaimana di ketahui sebua konflik tidak ada yang membawa untung bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya, oleh karena itu penulis mengharapkan para pemuda dari negeri-negeri yang perna terjadi perselisihan bisa menjadi pilar-pilar perdamaian sehingga perdamaian yang hakiki bisa ada di dalam setiap sanubari Anak Cucu Suku Bangsa Alifuru.

3.      Bencana Banjir dan Longsor (1-Agustus 2012)
Pada tanggal 1 agustus terjadi bencana banjir dan longsor hamper di semua daerah Pulau Ambon, Seram dan Lease. Begitu juga halnya dengan yang terjadi di Rumahkay. Hujan yang mengguyur sepanjang hari selama hamper seminggu membuat air dari sungai-sungai yang ada di Rumahkay meluap. Curah hujan yang tinggi tersebut juga menyebabkan tanah tidak dapat menampung debit air yang cukup besar tersebut alhasil, terjadi banjir dan longsong yang sangat parah di negeri Rumahkay. Banjir dan longsor ini menyebabkan kerusakan pada beberapa titik dan menurut data dari Badan penanggulangan bencana Maluku dan dinas Sosial Maluku, kerusakan yang terjadi di daerah Rumahkay mencapai 30 Ha. Kerusakan-kerusakan yang terjadi antara lain :
1. Putusnya Jalan trans seram di daerah Polmatena sampai ke umawa. Hal ini disebabkan karena longsor yang terjadi. Timbunan longsor sepanjang kira-kira 200 meter dengan ketinggian mencapai 4 meter menutup semua badan jalan Trans Seram tersebut. Hal ini menyebabkan transportasi yang melewati jalan transeram terputus selama satu bulan lebih.

Lokasi Longsor Polmatena Rumahkay
Longsor Umawa Rumahkay
Polmatena Rumahkay

2.  Objek wisata Negeri Rumahkay, Air terjun waihetu juga mengalami hal yang sama, yang mana longsor yang menutupi tempat parkiran, material yang di bawa air menutupi sebagian besar kolam air terjuan, air yang begitu kuatnya juga menhanyutkan kayu-kayu yang naik sampai kejalan air terjuan (daerah jembatan terakhir) dan berbagai kerusakan lainya. Hal yang sama juga terjadi dengan Air terjua waisia dimana kolam Air terjun di penuhi batang pohon, jalan setapak dan jembatan-jembatan lenyap dibawa hanyut oleh banjir. berikut gambar-gambar air terjun waihetu pasca banjir.


                       


                 



3. Banjir yang terjadi juga menyebabkan jaringan air bersih terputus, robohnya talit Sungai Ae, dan beberapa lokasi yang terendam. berikut gambar kerusakan yang di alami.
Talit A-E
Lokasi Puskesmas Waisia (Rumahkay)
        .
Demikianlah sejarah singkat dari Negeiku tercintah RUMAHKAY-AMAKELE LORIMALA HITU. 
 AMAKELELORIMALAHITU TANAH PUSAKA MILIK PARA DATUK-DATUK KU

  


6 komentar:

  1. mantap sekali.,., seru ceritanya, dan memang itu sebuah sejarah anak negeri yang harus di kenang oleh anak2 rumahkay dan jangan melupakannya.mari kita sama2 bangun rumahkay, yang jauh di rantau, yang sudah sukses, cukup sudah, mari katong pulang, liat katong pung negeri yang lama katong tinggalkan

    BalasHapus
  2. karna RUMAHKAY milik katong smua dan katong smua adalah harta milik RUMAHKAY

    BalasHapus
  3. tambah sejarah lai kk e...
    beta penasaran....

    BalasHapus
  4. smntra itu dlo, selanjutnya nnti bru ktong tnya2 tua2 adat dong bru lanjut

    BalasHapus
  5. Makasih taro b pun foto2 ...lalu itu mange2 akan di Rutong..

    BalasHapus